Sabtu (28/2), lebih dari sepekan yang lalu, BEM STAN dalam rangkaian kegiatan STAN Annual Festival-nya menggelar acara National Conference of Entrepreneurship (NICE) dengan menghadirkan pengusaha nasional nan-eksentrik Bob Sadino. Pengusaha yang selalu mengenakan celana pendek ini mengisahkan perjalanan bisnisnya yang dimulai sekitar 40 tahun lalu kepada puluhan peserta yang memadati ruang makan Pusdiklat Keuangan Umum di kampus STAN. Dari memulai usaha dengan menjual 5 kg telur ayam di bilangan Kemang Jakarta, kini pengusaha milyarder ini memiliki ragam bisnis berupa Kem-chick, Kem-farms, dan Kem-Fruits.
Om Bob, demikian sapaan akrabnya, selain mengisahkan perjalanan pasang surut bisnisnya selama 4 dekade juga sekaligus membagi kiat-kiat menjadi entrepreneur melalui model Roda Bob Sadino (RBS). Menurutnya untuk menjadi seorang entrepreneur tidak harus dimulai dengan teori-teori yang diperoleh di bangku pendidikan tinggi. Ia lebih memandang kemampuan survival seorang entrepreneur akan terlihat dengan sendirinya saat ia terjun “berdarah-darah” di kondisi nyata dunia usaha. Menurutnya lagi potensi peluang usaha sangat terbuka lebar dengan mempelajari kebutuhan-kebutuhan (needs) manusia setiap harinya. Ia menggambarkan bahwa dari ujung kepala manusia hingga ujung kaki “menyimpan” potensi usaha yang besar bila kita mampu menangkap peluang tersebut. Sebagai contoh sederhana, rambut pada kepala manusia dapat menggambarkan peluang usaha berupa: barbershop, pembuatan ragam sisir, jepit rambut, shampo, dan sebagainya.
Dalam setiap penjelasannya tentang entrepreneurship, Om Bob lebih cenderung mengabaikan pola-pola teori yang ada dalam berbagai teks-books tentang manajemen. Bahkan dengan lantang ia mengatakan bahwa teori-teori yang diajarkan di pendidikan tinggi adalah sampah-sampah belaka. Ia berpesan bila kita ingin menjadi seorang entrepreneur, maka tinggalkanlah berbagai teori yang membebani pikiran kita dan segeralah melangkah ke dalam dunia usaha tanpa harus khawatir apalagi takut dengan berbagai risiko. Menurutnya, hitung-hitungan untung rugi berdasarkan teori-teori sebelum memulai usaha hanyalah sesuatu yang tidak berguna karena hal itu hanya akan menambah beban pikiran saja. Yang diperlukan hanyalah keberanian untuk memulai usaha tersebut.
Meskipun Om Bob sangat mengkritik hal-hal yang diajarkan oleh dunia akademis namun pemikiran-pemikiran yang berasal dari segudang pengalamannnya selama melakoni dunia entrepreneurship dapat memberikan banyak masukan kepada seluruh peserta yang hadir.