STAN kembali mendapat kunjungan dari sebuah SMA, Selasa (27/1). Kali ini yang berkunjung adalah siswa-siswi sebuah SMA dari salah satu kota di provinsi Jawa Timur yaitu SMA Negeri 5 Madiun. Para siswa yang berkunjung adalah siswa kelas XII yang mendapatkan program-program pembinaan secara khusus dalam proses pembelajarannya (kelas khusus). Dengan mengenakan seragam berwarna biru cerah, para siswa yang berjumlah 34 orang ini didampingi oleh 5 guru pendamping yaitu Pak Bagus, Ibu Endang, Ibu Lily, Ibu Pur, dan Pak Heru. Rombongan ini mendapat penjelasan tentang STAN dari Kepala Sekretariat Kuwat Slamet di ruang G.103 mewakili Direktur STAN yang sedang mengikuti rapat di Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan.
Menurut Pak Bagus, salah seorang guru pendamping, STAN merupakan objek kunjungan terakhir mereka dan sekaligus sebagai puncak dari kegiatan kunjungan ke beberapa perguruan tinggi setelah rombongan tersebut mengunjungi pula beberapa perguruan tinggi lainnya di wilayah Bandung dan Bogor. Para guru pendamping berharap melalui kunjungan ini para siswa akan mendapatkan gambaran nyata tentang perguruan-perguruan tinggi yang patut dijadikan target jenjang pendidikan selanjutnya. Khusus mengenai STAN, Pak Bagus berharap dan berdoa semoga para siswa yang memang berminat melanjutkan pendidikan ke STAN akan dapat berhasil dalam Ujian Saringan Masuk tahun ini.
Meskipun sore itu kelelahan nampak sekali pada wajah para siswa, namun dalam sesi tanya jawab beberapa siswa mengajukan pertanyaan dengan antusias. Pertanyaan mereka umumnya berkisar tentang proses pelaksanaan seleksi, proses perkuliahan, dan prospek masa depan. Bahkan sebuah pertanyaan tentang berapa besar take home pay yang bakal diterima lulusan STAN saat telah bekerja mengundang senyum para guru pendamping. </set>